Pages

  • HOME
  • ABOUT ME
  • DAILY LIFE
  • THOUGHTS
  • POETRIES
  • FAV RECIPES
  • KOREA
facebook instagram twitter youtube

DIKE OF DIKA

By. DIKA NOVIA NINGRUM

    • FIND
    • YOUR
    • WAY
    • GET
    • YOUR
    • DREAM
    Foto : Pinterest


    Keliru rasanya apabila diri berambisi menempatkan posisi sesuai dengan standar-standar yang diciptakan manusia lain. Terlebih standar itu diciptakan hanya berlatar ego fana semata.

    Lucu. Lucu rasanya memposisikan diri untuk menempuh standar kehidupan yang dibuat oleh manusia. Membagi standar-standar kehidupan yang mana Tuhan telah menggariskan dengan garisnya yang tak mampu ditelaah oleh akal makhluk-Nya.

    Semua manusia memiliki jalan yang berbeda. Tidak sama. Pun halnya dengan anak yang terlahir kembar. Identik pula. Rezeki yang Allah gariskan kepada mereka berbeda sekalipun orangtuanya memberikan perlakuan dan fasilitas kehidupan yang setara.

    "Bukankah kita bisa mengubah keadaan kalau kita sendiri mau mengubahnya?" 

    Bisa. Sangat bisa. Mengubah keadaan dari buruk menjadi baik, dari miskin menjadi kaya, dari jahiliyah menjadi beradab. Tentu bisa. Tapi dibaliknya terdapat kekuasaan Sang Pencipta.

    Kembali pada standarisasi yang diciptakan makhluk-Nya. Rezeki yang diterima bermacam-macam dengan caraNya.

    Ada yang lebih dulu, ada menunggu di belakang.

    Ada yang cepat, ada yang lamban.

    Ada yang berupa uang, ada yang berupa kesehatan.

    Ada yang terlebih dulu diberi kepahitan, lalu kemudahan, dan sebaliknya.

    Tak sama bukan?

    Terkadang manusia selalu mengkategori dan mengkotak-kotak garis hidup seseorang. Kamu malas, mustahil bila berhasil. Kamu rajin, pasti begini. Kamu cantik, pasti begitu, kamu kurang cantik blablabla dan lain sebagainya.

    Apakah engkau Tuhan? Apakah kehidupan diatur berdasarkan pemikiran? Apakah tak merasa bersalah menjadi hakim atas kehidupan seseorang?

    Tidak, semua kehidupan dan masa depan tak hanya usaha manusia atau pemikiran manusia lainnya. Jalan hidup sudah diatur Tuhan. Rasanya terlalu sombong untuk mendahului takdir-Nya dengan tameng kesotoyan. Setiap manusia sudah dituliskan takdirnya. Jadi, tak perlu lah tangan, mulut dan hati selalu ikut campur dalam hal mengurusi kehidupan seseorang. 

    Seperti halnya kehidupan seusai sekolah. Terserah Tuhan yang menghendaki bilamana salah seorang dari hamba-Nya :

    Ada yang lulus lalu bekerja.

    Ada yang susah cari kerja. 

    Ada yang diberi kelebihan untuk kuliah.

    Ada yang gagal lalu bangkit mengejar dunia perkuliahan.

    Ada yang lebih dahulu berkuliah lalu berhenti ditengah jalan, pun sebaliknya. 

    Ada yang langsung menikah. 

    Ada yang berproses lebih lama sebelum akhirnya menikah. 

    Ada yang lekas diberi momongan. 

    Ada yang harus berlatih sabar untuk menunggu waktu mempersiapkan diri menjadi orangtua baru. 

    Ada yang kemudian bahagia.

    Ada yang belum tentu bahagia.

    Ada yang sukses menggapai cita.

    Ada yang langsung bertemu kejayaan. 

    Ada yang ternyata dipertemukan dengan kematian

    . 

    .. 

    Tidakkah terpikirkan, apa yang sudah kita siapkan untuk bertemu dengan Sang Khalik? Masihkah memperhitungkan standar kehidupan yang fana dengan mengesampingkan bekal untuk kehidupan setelah menemui kematian?

    Continue Reading
    SUKA NGEMIL DALAM PORSI YANG MINI, IMUT & CUTE?





    Kali ini aku mau bikin jajanan eh cemilan eh tapi jajanan deng, yang kekinian tapi dalam porsi yang mini. Yang mana hasilnya enak, sehat dan mudah dibuat. Kali ini aku mau share resep membuat mini corndog dengan keju mozarella yang mantul abissss.. Kalian tau kan apa itu corndog? Corndog adalah jajanan ala Korea yang menggunakan sosis, kentang, ataupun keju sebagai bahan utamanya. Corndog ini biasa dijual di jalanan Korea dan ramai diserbu pembeli. Di Indonesia sendiri corndog bukan lagi hal baru, karena saat ini banyak banget yang jual di pinggir jalan. Ukuran corndog yang dijualpun bervariasi ada yang sedang dan besar dengan harga yang berbeda pula.

    Nah untuk menghemat budget saat lagi kepengen jajan corndog apalagi lagi di pertengahan atau penghujung bulan a.k.a masa krisis bulanan, berikut ini aku share resep molasos (mozzarella sosis) corndog mini yang bisa kamu buat di rumah yang pastinya higienis, murah dan bisa kamu stock kalau sewaktu-waktu pengen ngemil lagi.

    Bahan-bahan yang diperlukan
    Bahan yang diperlukan antara lain :
    • 5 buah sosis potong jadi 2 (bisa pakai sosis yang ukuran kecil atau sedang)
    • 10 potong keju mozzarella
    • 1 butir telur
    • Tepung terigu secukupnya (untuk membalut)
    • Tepung roti atau tepung panir
    • Garam secukupnya
    • Penyedap rasa secukupnya
    • Baking powder secukupnya
    • Saos dan mayones sebagai pelengkap

    Cara memasak Mini Corndog :

    1. Campurkan tepung terigu secukupnya dengan sebutir telur, air kemudian aduk hingga tercampur rata. Lalu masukkan baking powder, aduk kembali hingga rata.

    2. Masukkan adonan tepung ke dalam frizzer, tunggu hingga 15 menit.

    3. Potong sosis menjadi 2 bagian. Potong pula keju mozzarella berbentuk dadu. Kemudian rekatkan dengan antara keju mozzarella dengan sosis. (Cukup ditekan sedikit agar menyatu dan membentuk huruf T dengan posisi mozarella di atas dan sosis pada bagian bawah).

    Rekatkan seperti ini ya..


    4. Baluri rekatan mozzarella-sosis dalam tepung kering. Simpan dalam freezer hingga 5 menit.

    5. Siapkan minyak panas untuk menggoreng.

    6. Keluarkan mozzarella-sosis dan adonan tepung dari dalam freezer.

    7. Celupkan sosis dan keju ke dalam adonan tepung. Sambil diputar dan dibalut agar semua sisi mozzarella-sosis tertutupi. Kemudian angkat dan gulingkan ke adonan tepung panir.


    8. Goreng hingga matang atau warna menjadi keemasan.

    9. Angkat mini corndog dan sajikan. Mini corndog siap disantap dengan saus dan juga mayones.


    Gampang kan cara membuatnya? Hihi meskipun agak menyita waktu tapi hasilnya super enak dan cepet habis. Oleh karena itu, untuk kalian yang suka stock cemilan, bisa simpan di freezer dulu, kalau mau ngemil tinggal digoreng deh. 

    Sekian dulu resepnya dan sampai jumpa di postingan berikutnya ya chinggu-deul.. ^_^

    Continue Reading
    Hai guysssss..

    Siapa di sini yang masih menyepelekan penggunaan tabir surya, sun screen atau sun protection? Jujur, dulu aku gak begitu tertarik sama tabir surya. Mau beli aja kayak "Ah ngapain sih, mending hindarin aja sinar matahari aja alias jangan panas-panasan". Aduh berasa Syahrini kali ah, ke mana-mana naik mobil dan gak kepanasan karena dipayungin terus sama bodyguard.. :) Nyatanya gak gitu malih..

    Kita butuh sun screen. Semahal apapun skincare dan makeup yang kita gunakan, kita tetap butuh sun screen. Yap, gak dipungkiri kita gak bisa selalu menghindari sinar atau radiasi dari matahari - meskipun kita bekerja atau beraktivitas di dalam ruangan. Selama 3 bulan ini aku intense dan baru menyadari bahwa pentingnya penggunaan tabir surya. Dan yang gak kalah WOW nya adalah tabir surya yang aku pakai ternyata bikin wajah makin cerah. Gak percaya? Sama, aku juga hihi..



    Ini honest review dari aku, tanpa di-endorse sama sekali dan tanpa rekomendasi teman, aku cobain Emina Sun Protection SPF 30 PA+++. Awalnya pakai produk ini gak sengaja, karena tiba-tiba adikku beli, dan seperti biasa, cuma numpuk di tempat make up. Karena penasaran aku googling deh manfaat penggunaan sun screen, ternyata emang penting banget pakai benda yang satu ini sebelum kita beraktivitas.

    Pertama kali coba aku fallin' in love sama harumnya. Kayak pernah cium wangi itu, tapi lupa wangi apa. Kemasan produknya plastik, dove dan berbentuk tube. Praktis dibawa ke mana-mana dengan ukuran yang minimalis 60 ml. Harganya pun terjangkau banget, gak heran kenapa adikku beli.. hihi

    Tekstur sun screen Emina ini ringan banget. Teksturnya tuh kayak lotion, ringan, creamy tapi gak lengket di wajah. Bikin wajah jadi lembab dan lembut. Dan yang paling gak nyangka adalah, setelah pemakaian rutin aku ngerasa kulitku jadi tambah cerah. Beda banget saat sebelum aku pakai sun screen. Pernah aku nyoba untuk gak pake sun screen ini, ternyata kecerahan wajahku menurun. Gak ngerti karena mindset atau apapun, tapi aku jatuh cinta banget sama produk ini. Dan satu lagi, aku tetap bisa pakai skincareku meskipun dibarengi sama Emina Sun Protection SPF 30 SPA+++ ini.

    KELEBIHAN :
    • Harga terjangkau
    • Teksturnya ringan dan tidak lengket
    • Melembapkan kulit wajah
    • Terdapat efek dingin yang menenangkan
    KEKURANGAN :
    • Mempunyai kandungan alkohol dan fragrance
    • Kadar SPF hanya 30
    Untuk kalian yang bingung mau pakai sunscreen apa, bisa nih dicoba sun screen ini. Semoga cocok di aku begitupun di kamu juga ya.. Untuk kalian yang masih belum tahu apa sih manfaat sun screen silahkan googling ya. Terima kasih udah mampir dan baca-baca review bar-bar aku, semoga infonya bermanfaat.

    Continue Reading
    Haaiiii
    Annyeong chinggu !!

    Wah gimana nih WFH nya? Menyenangkan, membosankan, makin ribet atau malah makin mulus kayak mukanya Yoona SNSD? hihi.. Apapun itu semoga WFH nya tetap bikin kamu produktif sama urusan kerjaan atau tugas kuliah dan Covid19 ini cepat berlalu.. Aamiin

    Eh iya ngomongin kemulusan kulit, ada gak sih yang bikin kamu struggle sama kulit wajah kamu? Pasti dong ya. Setiap orang pasti punya cerita tentang kulit wajahnya masing-masing. Berhubung lagi WFH, bagus nih untuk normalin dan meremajakan kembali kulitmu yang setiap hari terpapar kosmetik dan debu. Cukup pake pelembab, mosturizer atau serum supaya kulit tetap terjaga kelembapannya.

    Tapi ternyata gak jarang si jerawat muncul tanpa diduga-duga. Bangun tidur, gak sengaja ngaca dan ngeliat jerawat udah nangkring di wajah. Kalau tipe kulit wajahku gak berjerawat, cuman cenderung berminyak dan kusam. Tapi kalau udah muncul jerawat ya bikin pusing juga apalagi kalau si jerawat bikin nyeri.

    Sumber : Google/jerawat


    Sebagian orang mungkin langsung pake anti acne atau salep oles lain, atau malah gemes pengen pencetin si jerawat bandel. Tapi aku gak begitu. Aku selalu biarin dulu si jerawat, meskipun kadang nyeri, palingan jadi sering ngaca dan merhatiin daerah wajah sekitar yang berjerawatnya aja.

    Gak gemes pengen mencet?? Huuuuh gemes banget pasti. Aku sadar semakin dipencet justru malah semakin iritasi dan bikin dia membekas dikulit nantinya. Palingan gak sengaja megang, trus pas sadar langsung di lepas lagi. Selain karena tangan merupakan sumber kuman, memencet jerawat yang "belum matang" justru bisa semakin memperburuk keadaan wajah.

    Berikut ini aku mau ngasih tau kamu-kamu yang lagi struggle sama jerawat bandel, untuk :

    1. Jangan dipencet-pencet bagian jerawat apalagi dengan kondisi tangan yang belum dicuci.
    2. Gak usah pake alat pemencet jerawat juga, biarin dia hinggap dulu untuk beberapa waktu sampai hari "H meletusnya".
    3. Kalau meradang, kompres bagian jerawat pakai air hangat biar mateng.
    4. Make sure tangan kamu bersih pas pegang wajah. Ingat !! pegang aja, jangan dipencet ya !!
    5. Kalau terbiasa pakai salep anti acne atau salep kulit lain yang kamu punya, pakai aja tapi jangan lupa wajahnya dan tangan harus dibersihkan dulu. 
    6. Kalau udah waktunya "meletus" dengan tanda si jerawat sudah memutih, kamu bisa bantu si jerawat pergi dengan mengusap si gundukan jerawat pakai tisu atau kapas wajah. Dan bantu dia go away secara lembut. Jangan dipencet !!
    7. Kalau esok harinya meninggalkan bekas, kamu bisa oles daerah sekitar kulit yang jerawatnya udah minggat menggunakan salep antri jerawat.
    8. Salah satu kuncinya lagi adalah jangan stress. Tetap banyak makan sayur dan buah, rutin minum air dan istirahat yang cukup.
    Segitu aja cara aku menghadapi jerawat. Meskipun dasar banget, semoga membantu dan membuat kamu semakin sadar untuk gak ikut ngusik keberadaan jerawat yang udah ngusik kulit wajah kamu. Jangan stress ya chinggu, karena semua orang termasuk Yoona SNSD juga pernah berjerawat.. Tetap semangattt !!
    Continue Reading
    Foto : Pinterest


    Malam ini. Tepat saat ini rintik hujan mulai terdengar. Airnya perlahan membasahi genting dan tanah. Suaranya menyejukkan. Harumnya menenangkan.

    Tak lama suara guyurannya pun menghentakkan. Mengikis keheningan malam. Dan mulai mengundang halilintar. Penuh gaduh, malam yang damai jadi meramai.

    Biarlah.. Biar hujan menyapu debu yang menajam. Mengajak badai mengoyak kelam. Menyapu rasa tenang meskipun kadang riuhnya menghujam.

    Tetaplah tenang. Tak apa.. Esok pasti Allah terbitkan pelangi kemudian mentari. Kau bisa bangkit dan awan dapat kembali menukik.. 

    Continue Reading

    Bandung jadi destinasi liburan gw bareng temen kantor Agustus 2019 lalu. Selain murah, dekat *eh jauh si dari Jakarta dan karena waktu cuti yang sebentar, jadi kita mutusin refreshing ke kota dengan julukan Kota Kembang ini.

    Perjalanan ini dimulai dari rumah temen gw di Cakung dan lanjut ke titik kumpul kedua di Kota Harapan Indah buat nunggu rombongan mobil yang satu lagi. Oh iya untuk menghemat bugdet karena kami ada beberapa list tempat wisata akhirnya kami mutusin pergi naik mobil pribadi, satu punya bokap gw dan satu lagi punya Bang Ake.

    Dari Kota Harapan Indah kami mulai jalan jam 07.30 WIB. Karena perjalanan Sabtu yang bertepatan sama weekend jadinya pas menuju ke tol Cikampek macet banget. Pas udah ngelewatin tol Cikampek alhamdulillah lancar jaya meski pas mau keluar tol Bandung agak macet mengular.

    Sesampainya di Bandung sekitar jam 13.00 WIB kami cari tempat makan sekalian cari masjid karena belum sholat Zuhur. Perjalanan dilanjutkan langsung ke list pertama destinasi wisata yaitu ke Rancaupas.

    Perjalanan ke Rancaupas agak macet dikit sih tapi terbayarkan karena sepanjang perjalanan disuguhin pemandangan pegunungan, ladang teh, tebing, pokoknya keren banget. Rancaupas yang mau kami datengin ini adalah tempat penangkaran rusa gitu. Sebenernya pas pertama di list tujuan ama temen, gw agak kurang sreg karena yang terbayang di benak gw "yah ngapain jauh-jauh ke sana kalo cuma ngasih makan rusa doang mah" dan masih banyak hal yang gw kira ngebetein di sana, padahal belom kesana hehe.. Akhirnya sampe di Rancaupas sekitar jam 14.40 WIB.

    Sampe sana awannya cerah dan udara sejuk banget. Ternyata bukan cuma penangkaran rusa aja, di sini ada tempat bermain kayak outbond, kolam renang, dan ternyata disini juga tempat buat kemah.

    Gak lama kami langsung ke tempat penangkaran rusanya. Tiket masuknya murah banget cuma Rp. 5000 aja. Di tempat masuk ini juga dijual wortel dan kangkung buat ngasih makan ke rusa nya. Tapi salah satu temen gw udah nyiapin wortelnya duluan. Lumayan kalo beli dipasar dapet banyak katanya hehe..


    Doc : Pribadi
    Doc : Pribadi

    Doc : Pribadi

    Asik banget ternyata di sini, gak cuma ngasih makan rusa doang tapi disuguhin pemandangan alam yang bagus dan pas buat foto2. Rusanya banyak dan tempat nya luas banget. Jadi kalo gak bawa doi tetep bisa foto rame-rame sama keluarga rusa.. Hehe

    Sekitar jam 16.50 an kami bergegas ke tempat wisata berikutnya yaitu ke Perahu Pinishi. Sepanjang perjalanan yaitu di daerah Ranca Bali kami melewati hamparan ladang pohon teh yang tersusun rapi. Kabut dari yang tipis sampai yang tebal menyelimuti perjalanan kami menuju ke sana. Akhirnya karena pertimbangan tempat wisata Perahu Pinishi yang udah mau tutup dan karena kabut sepanjang jalan kesana tebal banget kami putusin buat puter balik dan menuju penginapan.

    Doc : Pribadi

    Cukup jauh ternyata perjalanan ke penginapan karena tempatnya berada di Bandung kota. Sesekali kami mampir buat makan dan sholat. Jalannya macet banget dan harus lewat tol supaya cepet. Tapi tetep aja Bandung macet terus.

    Sampe di penginapan ternyata udah jam 20.15 WIB saking macetnya perjalanan. Untungnya salah satu temen gw udah booking hotel H-3 sebelum keberangkatan jadi pas nyampe tinggal minta kunci dan rebahaaaan..

    Setelah rebahan kilat, mandi dan dandan yang chakeup malam sekitar jam 22.00 WIB kami bergegas lagi ke Alun-alun kota Bandung. Menghabiskan malam di Bandung memang seru. Ditemani canda tawa teman-teman, sambil makan tahu bulat, jagung manis dan diselimuti udara dingin kami menikmati suasana malam Bandung yang segar. Suasana sekitar pelataran Masjid Raya Bandung yang ramai tapi damai rupanya bisa melepas penat sejenak dari rutinitas kantor.



    Keesokan harinya tepat pukul 09.00 WIB kami siap untuk check out dan bergegas melanjutkan destinasi wisata terakhir kami di Bandung. Kami memilih Dago Dream Park sebagai tujuan terakhir kami sebelum akhirnya bertolak ke Ibu Kota Jakarta.

    Doc : Pribadi


    Oh iya di perjalanan ke Dago Dream Park lumayan macet karena memang akhir pekan liburan. Kami menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai ke sana. Perjalanan kesana disambut oleh cuaca mendung, gerimis, lalu kemudian alhamdulillah cerah.

    Doc : Pribadi
    Bandung memang kota wisata alam yang indah. Sesampainya di Dago Dream Park kami disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan. Dihiasi pepohonan pinus yang rindang, aneka spot foto yang instagramable dan permainan alam yang seru banget Dago Dream Park ini bisa jadi salah satu tujuan wisata yang harus kalian kunjungi kalau ke Bandung. Cukup bayar 25 ribu kita sudah bisa masuk ke Dago Dream Park ini lho..

    Doc : Pribadi 

    Dago Dream Park ini luasnya kurang lebih.... Di sini kita bisa menikmati kesejukan alam dan pohon pinus, bisa foto-foto di beberapa spot unik yang ada seperti rumah balon, sepeda terbang, dan masih banyak lagi. Di sini kalian juga bisa berkuda atau menaiki permainan yang sudah disediakan seperti salah satunya flying fox. Untuk spot foto yang instagramable dan juga arena bermain tetap dikenakan tarif ya. Untuk flying fox yang kami naiki tarifnya 35 ribu rupiah.

    Doc : Pribadi

    Doc : Pribadi

    Puas bermain di arena permainan alam, kami menikmati suasana sore di kantin terbuka Dago Dream Park sekalian isi perut untuk melanjutkan perjalanan pulang.

    Sorenya sekitar pukul 17.00 WIB kami bertolak ke Jakarta. Tapi sebelumnya kami beli oleh-oleh dulu di pinggir jalan sebelum memasuki tol. Lumayan, harganya murah makanannya enak. Nama tempatnya lupa hehe. Selesai beli makan kami tancap gas menuju Jakarta kota tercinta deh..

    Doc : Pribadi

    Kalo ditanya apakah pengalaman di Bandung berkesan? Jawabnya selalu berkesan. Bandung punya daya pikat tersendiri. Pertama kali ke sini cukup kaget dengan macet dan one way nya kota Bandung. Tapi terobati dan malah kepincut sama Lontong kuah kari yang legend banget di Bandung, sampe sekarang masih terbayang-bayang rasanya 😋😋 Selain itu Bandung juga nyuguhin alam dan suasana pegunungan yang indah banget. Ah jadi pengen ke Bandung terus. Bikin kangen terus. Ngangenin banget.. hehe..

    Continue Reading
    Tadi malem. Sekitar dua belas jam yang lalu ada pasien persalinan yang bersalin di Kehamilan Sehat Deluxe Cipondoh, salah satu cabang klinik perusahaan tempet gw kerja. Beliau melahirkan bayinya tepat jam 02.00 dini hari. Gw dan temen gw yang bertugas meliput jalannya sesi persalinan udah stay nunggu dari siang. Tapi pasien baru ngerasain mules yang intens pas udah jam 23.30. Didampingi sang ibu, pasien meringis kesakitan sambil mengedan tenang.

    Persalinan baru dimulai, gw keluar. Gw gak kuat denger si pasien mengedan dan ngeliat sebagian darah yang terpercik di paha nya. Gw gak bisa bayangin. Ini emang bukan kali pertama gw ngeliput persalinan. Sebelumnya udah pernah, tapi kami tim liputan menunggu di luar ruang VK.

    Gak lama gw memberanikan diri masuk lagi ke ruang VK. Gw berada di belakang dokter mengabadikan ekspresi si pasien yang lagi berjuang ini. Lega nya si ibu lumayan tenang dan gak bikin psikis orang lain jadi panik dengernya. Sambil terus dia mengejan kecil dokter dan bidan selalu ngasih dukungan supaya ibunya gak berhenti mengejan.

    Disitu gw agak mellow. Jantung gw serasa berhenti. Sambil pegang kamera nahan gemetar supaya gak shaking, ternyata air mata gw keluar. Sumpah, jadi inget dan kangen banget sama ibu di rumah. Gw emang melankolis banget anaknya hehe..

    Perjuangan seorang ibu emang bener-bener antara hidup dan mati. Sempet gw ikut nahan napas pas si ibu break mengejan. Reflek aja. Dan gak lama si bayi yang ditunggu-tunggu keluar. Disambut senyum bahagia si nenek yang dari tadi nemenin pasien ini. Diluar ruang VK pun sama, si suami yang dari tadi nungguin istrinya bersalin reflek meluk erat sang kakek. Gak lama si ayah mulai mengazani buah hatinya. Terharu banget ngeliat mereka senang menyambut kehadiran si baby 😍🤗

    Momen saat si ayah mengazani buah hati


    Banyak pengalaman yang gw dapet semenjak jadi tim dokumentasi persalinan. Mulai dari jaga posisi diri sendiri supaya gak liat darah pasien *TBH gw gak kuat liat darah orang hihi, jaga hidung supaya gak mual sama berbagai macam bau di ruang bersalin, jaga jarak supaya gak mengganggu dokter dan bidan yang bertugas, selalu cari engel yang pas supaya fotonya bagus, tidur sebentar trus bangun lagi karena harus standby di sekitar ruang bersalin, dan banyak momen sarat makna tentang pengorbanan persalinan seorang ibu. Huh.. Proud to being a women and proud to being KSS' partus documentary team..

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Pratinjau
    DIKA NOVIA NINGRUM

    . Social Media Administrator. Content Writer. Airen & Boice Jakarta.

    Blogger Perempuan
    Warung Blogger
    Blogger Reporter Indonesia
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Follow Us

    • youtube
    • instagram
    • facebook
    • twitter
    • linkedln
    • soundcloud

    You Can Search Here !

    Blog Archive

    • ►  2022 (1)
      • ►  Maret 2022 (1)
    • ►  2021 (8)
      • ►  Desember 2021 (6)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (1)
    • ▼  2020 (7)
      • ▼  Agustus 2020 (1)
        • STANDARISASI KEHIDUPAN
      • ►  Juli 2020 (2)
        • Mini Molasos Corndog Keju Mantul
        • Tabir Surya yang Bikin Wajah Makin Cerah Merona - ...
      • ►  April 2020 (1)
        • Begini Tips Ampuh Atasi Jerawat Membandel
      • ►  Februari 2020 (1)
        • H U J A N
      • ►  Januari 2020 (2)
        • Bandung, Destinasi Liburan Andalan bareng Teman Ka...
        • Tengah Malam Masuk ke Ruang Partus
    • ►  2019 (9)
      • ►  Oktober 2019 (1)
      • ►  September 2019 (1)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (3)
      • ►  Mei 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (1)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  2017 (15)
      • ►  September 2017 (3)
      • ►  Agustus 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (8)
      • ►  Juni 2017 (1)
      • ►  April 2017 (2)

    Labels

    • Dika Novia Ningrum (29)
    • Dike of Dika (13)
    • Inspirasi (8)
    • Motivasi (9)
    • Postingan (11)

    LATEST POSTS

    • Bolehkah Mengikuti Pelatihan di Lembaga Sertifikasi Profesi Secara Online?
    • THANKS TO THE HEIRS
    • Santuy, Gak Semua Omongan Perlu Didengerin!
    • Pengennya Dibagi Tapi Gak Mau Berbagi
    • COUNTDOWN ASIAN GAMES MONAS 2017
    • Happiness in Harmony
    • Sertifikasi Digital Marketing, Memangnya Penting?
    • Kemana Angkasa Berujung
    • Aku Balik Lagi..!!!!!!
    • Kemajuan Teknologi vs Kekelaman Diri

    Blog Templates Created with by BeautyTemplates - Free Fonts

    Back to top