Kemajuan Teknologi vs Kekelaman Diri
7/15/2017Gw Kpopers yang "kata orang" temen online senasibnya banyak. I don't know the truth of it fact, but I think it doesn't correct too.
Bagaikan sebuah perkumpulan besar, kita bangga memasukkan diri sebagai fandom tertentu. Idol rilis lagu kita tau, mau comeback, masuk wamil, dan idola mau nikahpun semua Kpopers tau. I don't mean all of the Kpopers, cuma sebagian besar aja. Itu semua mungkin karena keberadaan kita di era teknologi yang udah maju dan mumpuni ini.
Globalnya kita udah bukan lagi hidup di jaman apa-apa yang harus ke warnet, mau liat youtube harus ke warnet, mau buat tugas ketik harus ke warnet dan apapun harus keluar rumah. Mobilitas jaman sekarang ini udah high technology banget. Sekarang manusia gak lagi harus capek-capek buang kalori karena semuanya bisa dijangkau hanya dengan gadget pribadi.
Cek email tinggal buka Gmail. Buat tugas ketik tinggal buka aplikasi word di handphone dan mau nonton youtube tinggal pilih mau pake handphone atau laptop. All of it make our needs are so easy.
Tapi.. bukan berarti semuanya terbantu kearah yang positif, karena kemudahan mobilitas ini jugalah yang akhirnya memicu hal-hal yang sifatnya kontrovertif, agak ke arah kontroversi negatif mungkin ya.. haha sotoy.
Banyak orang pappapchuap seenaknya di sosmed, bikin war antar fandom, bikin status yang memecah belah, bikin suasana panas, dan semua itu gampang.. benar-benar gampang. Hanya tinggal ngetik pake jari jemari anak penakut bisa jadi pemberani, si pendiam bisa berorasi dan si cupu bisa jadi jagoan.
Bukan cuma orang-orang itu yang salah dalam berinternet yang jadi pelaku salah gaulnya internet, gw sendiri juga pernah. Banyak orang yang sering bilang "Masa-Masa Alay". Gw juga pernah jadi alayers *CREDIT = disini gak ada hubungannya sama status KPopers gw, karena dulu gw belom jadi KPopers.
Bikin status FB dan ungkapin something about annoying on it. Bikin status gak mutu sehari sama kayak siklus orang minum obat, bisa 3 kali atau lebih. Isinya cuma apa yang ada di otak saat itu aja, gak berpikir panjang. Hobinya selalu ngebash, nyudutin orang, jadi profokator dan tanpa sadar hal itu malah malu-maluin diri sendiri. Dipostingan ini gw banyak berkaca pada masa-masa dulu, masa cupu kurang ilmu. Dan gw sadar bahwa benar-benar memalukan saat memanfaatkan sosmed untuk hal-hal yang kurang berkelas kayak gitu.
Sampai akhirnya gw nemu the goddess person who better sosmed-ing than me. Mulai hiatus sosmed, benah-benah dan memposisikan meskipun belum berposisi. Gw coba apa yang menurut gw bagus atau paling enggak gak beda jauhlah sama orang yang menurut gw lebih maju otaknya dibanding gw. Intinya sampe saat ini gw masih terus belajar sambil mengenang, Insha Allah.. Belajar sambil flashback apa yang dulu pernah gw lakuin di sosmed dan menurut gw itu unfaedah. Malu banget rasanya dulu punya masa kelam 😂😂 hihi..

0 komentar
Let show your opinion..!!