Pages

  • HOME
  • ABOUT ME
  • DAILY LIFE
  • THOUGHTS
  • POETRIES
  • FAV RECIPES
  • KOREA
facebook instagram twitter youtube

DIKE OF DIKA

By. DIKA NOVIA NINGRUM

    • FIND
    • YOUR
    • WAY
    • GET
    • YOUR
    • DREAM

     

    Foto: google.com/candidateseo

    Banyaknya minat para kaum muda yang tertarik untuk mendalami bidang-bidang yang digelutinya dan mendapatkan sertifikasi resmi yang berlisensi membuat banyak lembaga sertifikasi profesi kini bermunculan.

    Namun satu hal yang wajib digaris bawahi sebelum memutuskan mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi di lembaga sertifikasi adalah memilih lembaga sertifikasi profesi yang terpercaya dan berlisensi BNSP. Kini, teman-teman bisa mendaftarkan diri ke LSP Teknologi Digital, yaitu suatu lembaga yang menaungi pelatihan dan sertifikasi.

    LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital banyak digandrungi para mahasiswa yang ingin mendapatkan sertifikasi terkait bidang yang diampunya karena lembaga sertifikasi profesi ini menggunakan sistem sertifikasi online.

    Keuntungan mengikuti sertifikasi online dari LSPTeknologi Digital juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Selain itu sistem sertifikasi online ini juga bertujuan mendukung sistem informasi dari BNSP.

    Jadi tunggu apalagi? Yuk langsung daftar ke https://lspdigital.id/ untuk bisa mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi secara online di LSP Teknologi Digital yang telah terlisensi BNSP.

    Continue Reading
    Foto: google.com/Codemi

    Dunia digital marketing amatlah luas. Banyak perusahaan yang berminat mencari digital marketer dalam memajukan perusahaan. Tak hanya itu, seorang digital marketer pun digadang-gadang juga menjadi ujung tombak pemasaran di suatu perusahaan. Itulah sebabnya kini banyak juga para digital marketer yang bermunculan untuk mengisi posisi seorang digital marketing dalam perusahaan.

    Namun, untuk menjadi digital marketer yang kompeten, tak hanya dibutuhkan skill otodidak tanpa saja. Tentunya bagi seorang digital marketer perlu meningkatkan dan memiliki pembuktian bahwa ia kompeten dan handal di bidangnya tersebut. Pembuktian itu bukanlah dari sanjungan bos atau teman-teman kantor saja, melainkan dari hasil sertifikasi profesi khususnya sertifikasi digital marketing.

    Hal tersebutlah yang membuat para digital marketer melakukan sertifikasi melalui pelatihan-pelatihan digital marketing untuk mendapatkan sertifikasi tersebut. Namun, para digital marketer sudah seharusnya selektif memilih lembaga sertifikasi profesi terpercaya di tengah banyaknya lembaga sertifikasi yang ada. Salah-salah memilih lembaga sertikasi profesi, nantinya hanya tipuan yang didapat.

    Itulah sebabnya, teman-teman harus selektif dalam memilih lembaga sertifikasi profesi yang terpercaya. Lembaga sertifikasi profesi yang terpercaya tersebut diantaranya telah mendapatkan lisensi dari pemerintah atau BNSP, memiliki profil dan legalitas yang jelas, dan lembaga sertifikasi profesi tersebut juga harus menjelaskan skema-skema pelatihan sebelum melakukan uji sertifikasi.

    Namun teman-teman tak perlu khawatir, karena telah tersedia lembaga sertifikasi profesi yang jelas dan terpercaya yakni Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Teknologi Digital yang bisa menjadi pilihan tepat dalam mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi profesi yang akan dilakukan.

    Continue Reading

     

    Foto: google.com/PSHK

    Banyak dari mahasiswa beranggapan bahwa ijazah dan transkrip nilai saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa ia kompeten dalam bidang perkuliahan yang dijalaninya. Namun, nyatanya kini banyak perusahaan yang lebih mengutamakan skill disamping gelar sarjana dan ijazah semata. Skill yang didapat tersebut pun belum bisa dijadikan sebagai acuan atau bukti bahwa lulusan sarjana dapat kompeten di bidangnya. Untuk membuktikan hal tersebut, biasanya mahasiswa mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi profesi yang membuat dirinya menjadi lebih unggul di bidang yang dijalaninya.

    Nah, wadah dari pelatihan dan sertifikasi tersebut dapat dilakukan di suatu lembaga sertifikasi profesi yang ada. Lembaga sertifikasi profesi tersebut pun biasanya memiliki banyak bidang kompetensi yang bisa diikuti. Tentunya tak boleh sembarangan dalam memilih lembaga sertifikasi profesi agar sertifikasi yang didapat memiliki pengakuan dari lembaga pemerintah yang resmi.

    Lembaga sertifikasi profesi ialah lembaga pelatihan dan sertifikasi yang ditunjuk langsung oleh BNSP. Salah satu lembaga pelatihan sertifikasi yang memiliki banyak kompetensi dan telah terlisensi BNSP yaitu Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Teknologi Digital. Penasaran dengan program pelatihan dan uji sertifikasi yang bisa dilakukan? Teman-teman bisa kepoin langsung ke website dari LSP Teknologi Digital dan jangan lupa registrasi ya!

    Continue Reading

     

    Foto: google.com/LSP Teknologi Digital

    Tak hanya zaman saja yang berubah, teknologi pun juga turut mengalami perubahan. Seseorang dituntut untuk dapat berkompeten dalam bidang digital, termasuk salah satunya yaitu digital marketing. Pemasaran kini tak hanya mengandalakan sistem tradisional, artinya kini dibutuhkan kemampuan atau skill dalam mempromosikan suatu barang atau jasa melalui perantara digital marketing untuk membuat usaha dapat dikenal dengan luas oleh masyarakat atau target marketnya.

    Untuk itu, banyak para digital marketer atau calon digital marketer yang berlomba-lomba mengikuti pelatihan sertifikasi digital marketing. Pelatihan sertifikasi digital marketing tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan skill digital marketing oleh para digital marketer.

    Oleh sebab itu, pelatihan sertifikasi digital marketing kini banyak diminati. Namun meskipun ada banyak lembaga sertifikasi profesi yang menyelenggarakan sertifikasi digital marketing, namun seorang digital marketer wajib untuk memperhatikan hal-hal sebelum memutuskan mengikuti sertifikasi di lembaga sertifikasi digital marketing yang dipilihnya.

    Seorang digital marketer wajib untuk mencari lembaga sertifikasi profesi yang terpercaya. Nah, bagi kamu yang kini tertarik dalam dunia digital marketer dan ingin memiliki sertifikasi digital marketing yang telah terlisensi oleh BNSP bisa daftar langsung ke Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Teknologi Digital ya. Banyak pelatihan kompetensi yang bisa diikuti juga, selain itu lembaga sertifikasi ini juga telah diakui pemerintah.

    Continue Reading

    Foto: google.com/Robotic Marketer

    Perkembangan teknologi digital kini sangat berkembang dengan pesat. Itulah sebabnya banyak perusahaan yang berlomba-lomba merekrut seorang pekerja yang memiliki kemampuan dalam digital marketing. Namun, tak semudah yang dibayangkan. Untuk menjadi seorang digital marketer yang mumpuni, tentunya diperlukan suatu sertifikasi digital marketing yang membuktikan bahwa seorang digital marketer tersebut memiliki kemampuan yang handal di bidangnya.

    Sertifikasi digital marketing ini sudah banyak diikuti oleh para calon digital marketer. Banyak dari calon digital marketer mengikuti pelatihan-pelatihan seperti sertifikasi digital marketing untuk memperdalam dan meningkatkan kemampuannya di bidang ini. Selain itu, sertifikasi digital marketing ini juga dapat membuat para digital marketer lebih percaya diri karena kemampuannya diakui oleh pemerintah sehingga membuatnya seorang digital marketer yang telah bersertifikasi ini menjadi lebih berkompeten daripada digital marketer tanpa sertifikasi digital marketing.

    Untuk mendapatkan sertifikasi digital marketing ini juga tak bisa sembarangan, itulah sebabnya para digital marketer sebaiknya lebih jeli dalam memilih lembaga sertifikasi digital marketing. Namun tak perlu khawatir, untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi tersebut, calon digital marketer bisa mendaftarkan diri ke Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital yang mana telah berlisensi dari BNSP dan diakui pemerintah.


    Continue Reading

    Di era yang serba digital ini tentunya sangat mudah kita mengakses sesuatu. Seiring dengan kemudahannya itulah tentunya bidang digital marketing ini juga banyak diminati banyak orang. Tak hanya itu saja, dalam dunia pekerjaan, banyak pula perusahaan yang membutuhkan jasa seorang digital marketer untuk menyokong banyak hal salah satunya dalam media pemasaran.

    Foto: google.com/Sportello Stage


    Untuk itulah, banyak seorang digital marketer mengikuti pelatihan-pelatihan seperti sertifikasi digital marketing untuk mendapatkan sertifikat yang membuktikan bahwa dirinya kompeten dan memahami bidang digital marketing sehingga lebih unggul dari kandidat lainnya yang tak memiliki sertifikasi digital marketing.

    Itulah sebabnya, sertifikasi digital marketing itu menjadi sesuatu yang wajib didapatkan bukan hanya untuk sertifikasinya saja, namun juga untuk meningkatkan wawasan mengenai dunia digital marketing. Untuk mendapatkan sertifikasi digital marketing ini pun tak boleh sembarang, agar sertifikasi serta kemampuan digital marketingnya tersebut diakui pemerintah.

    Sertifikasi digital marketing ini pun bisa didapatkan melalui lembaga sertifikasi profesi yang menyediakan kompetensi atau pelatihan digital marketing. Salah satu lembaga tersebut yakni Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Digital yang telah terlisensi oleh BNSP. Info lebih lengkap, silahkan kunjungi LSP Teknologi Digital dan registrasi segera untuk mendapatkan sertifikasi digital marketing.


    Continue Reading
    Hai chinggu-deul.. Annyeong..
    YaAllah ternyata udah lama banget gak review drama. Ya meskipun di blog ini baru ada dua reviewan sih hehe.. Tetep kok nonton drakor, cuma hiatus review aja sejak 2019 ekeke..

    Oke, untuk memulai kembali review Korean Drama, kali ini gw pengen ngereview drama Korea kesayangan sejuta umat. Eh sejuta nggak ya? Ya banyak umat di dunia inilah pokoknya. Berjudul Reply 1988, drama Korea ini menurut gw sangat-sangat epic. Sebenernya sih udah lama nonton drama ini, sekitar tahun 2020an awal wkwk.. Tapi namanya drama epic yang dikemas dengan sangat apik, tentunya sampai sekarang masih inget dong ceritanya.



    Bukan hanya terkenal di Korea saja, Reply 1988 dan Reply series terkenal ke seluruh dunia karena keunikan karakter, cerita dan latarnya. Drama ini diperankan oleh Lee Hyeri (sebagai Sung Deok-sun), Park Bo-gum (sebagai Choi Taek), Ryu Jun-yeol (sebagai Kim Jung-hwan), Go Kyung-pyo (sebagai Sung Sun-wo), dan Lee Dong-hwi (sebagai Ryu Dong-ryong). Meski mengambil setting keadaan Korea di tahun 1988, Reply 1988 ini ternyata mampu mencetak sejarah sebagai drama Korea dengan rating tertinggi sepanjang tahun 2015, lho.

    Tema Kekeluargaan, Persahabatan dan Remaja

    Buat chinggu-deul yang suka banget sesuatu berbau anak muda, persahabatan dan keluarga drama ini recommended banget untuk ditonton. Reply 1988 ceritanya nggak terlalu berat, tapi banyak makna di dalamnya. Berkisah tentang beberapa keluarga yang ada di suatu distric bernama Ssamundong, drama ini berlatar kehidupan di tahun 1988.

    Dengan latar 1988, setting di masa lalunya sukses mengajak penonton mengikuti alur nostalgia di dalamnya. Penonton akan melihat kemajuan pertelevisian Korea melalui TV tabung yang dimiliki di tahun 80-an tersebut. Tak hanya itu, permainan Tamagochi dan buku-buku fiksi romantis merupakan suatu hal yang wajib dimiliki saat itu sebagai alternatif hiburan.

    Penonton juga diajak merasakan kehidupan remaja sebelum adanya handphone atau teknologi canggih lain. Hanya televisi dan radio yang jadi hiburan. Di masa itu digambarkan belum tersohornya makeup dan skincare Korea yang bisa bikin flawless dan cantik seperti tata rias Korea saat ini, para pelakon yang ada di Reply pun berhias seadanya dengan style outfit lucu khas orang-orang di masa akhir 80-an.

    Kembali ke alurnya, drama ini alurnya santai, namun tetep mengandung bawang dan romansa di beberapa scenenya. Tapi ada satu hal yang selalu jadi pertanyaan gw kala nonton drama ini kayak kehidupan bertetangga saat itu di Korea memang seperti yang tergambar di drama ini atau enggak, alias cuma pemanis aja.



    Kehidupan bertetangga di dalam drama ini bener-bener asyik banget, nggak ada individualisme, semuanya berbaur, saling sapa, saling kasih makanan, dll kayak emak-emak Indonesia gitu. Kalau lagi ada yang menang atau pertandingan nasional negaranya, para orang tua datang ke salah satu rumah orang kaya di Ssamundong sambil bawa makan, dan nonton bareng. Anak-anak mudanya juga ngumpul di kamarnya Kim Jung Hwan si anak yang keluarganya cukup kaya.

    Santai namun Menghibur dan Sarat Makna

    Meskipun alurnya santai, tapi tetap ada intrik masalahnya. Kayak misalnya si Sung Bora kakak dari Deok Sun yang terkenal pemarah dan tomboy ini pernah ngikut acara demo besar Korea padahal dilarang oleh ayahnya. Reply 1988 ini juga menyuguhkan sosok Sung Deok-Sun yang tergolong anak SMA kurang pintar, malas belajar, dan suka ketiduran namun tetap memiliki cita-cita di akhir masa sekolahnya.

    Drama ini juga menggambarkan cita-cita yang sukar diraih, namun tetap bisa dilakukan asal ada usaha. Seperti misalnya Seon Deok Sun yang meskipun kurang cantik dan tampilannya sangat culun, namun karena ketekunannya dan kemauan kerasnya, akhirnya ia mampu meraih mimpinya menjadi yang ia harapkan.

    Bukan hanya anak mudanya, orang-orang tua juga digambarkan memiliki ambisi yang ingin sekali digapai meskipun sudah tua, seperti pada scene lucu saat Mi Ran, ibu dari Kim Jung Hwan yang jauh-jauh pergi audisi dan ingin menjadi penyanyi. Namun saat audisi, sayangnya kaset yang diputar ternyata tertukar dengan kaset milik tukang telur 😩😂.. Selain itu banyak juga kejadian lucu lainnya yang wajib chinggu-deul tonton dalam drama ini.

    Di sini bukan hanya kisah hidup Seon Deok Sun sekeluarga saja yang dijelaskan, namun pemeran lain juga memiliki kisah yang ditayangkan dan selalu ditunggu-tunggu penggemar. Nah, chinggu-deul juga nggak akan asing dengan suara kambing yang menambah suasana lucu di dalam drama ini.

    Selain itu, kacamata atau sudut pandang dalam drama ini bukan hanya pada salah satu pemeran saja, namun semua pemeran juga memiliki sudut pandang yang digambarkan dalam setiap scene yang ada. Makna pesan yang ingin disampaikan pun antara lain seperti cara menjalin hubungan baik antara orang tua dan anak, atau hubungan dengan pasangan maupun pertemanan.



    Alur dalam drama ini campuran. Ada kejadian masa lalu yang diceritakan dan masa depan yang diterangkan sesuai keadaan di tahun mereka saat si tokoh sedang wawancara. Terkadang ada beberapa adegan yang membuat penonton tersentuh dan larut dalam kesedihan. Namun, di sisi lain juga terdapat selipan adegan yang membuat penonton tertawa tanpa menghilangkan esensi cerita dan pesan yang sebenarnya.

    Jika kurang teliti mungkin chinggu-deul akan kebingungan dengan episodenya yang maju mundur, namun di akhir episode, semua nilai moral akan terangkum jelas sehingga penonton akan memahami keseluruhan inti cerita tiap episodenya.

    Bisa dibilang Reply 1988 ini begitu seimbang dalam ceritanya. Dan.. kenapa menyenangkan untuk ditonton? Karena kita tidak akan merasa sedang dibohongi atau sedang disuguhkan dengan sebuah cerita, namun kita seperti merasa jadi bagian dari mereka. Hal itulah yang membuat Reply 1988 sangat istimewa dan tentunya bikin sedih di akhir, bukan karena endingnya namun karena bikin susah moveon hehe..

    Dan yang paling bikin istimewanya serta mengandung spoiler adalah, meskipun di drama ini Sung Deok Son (Lee Hyeri) akhirnya berpasangan dengan Choi Taek (Park Bo-Gum), padahal banyak penonton yang ngeship hubungan Son Deok Son dengan Kim Jung Hwan (Ryu Jun Yeol). Namun ternyata di kehidupan nyata, Lee Hyeri berpacaran dengan Ryu Jun Yeol bahkan masih langgeng hingga saat ini. Selain itu, para pemainnya juga masih menyempatkan waktu untuk reunian dan menyapa fans melalui foto-foto yang diunggah ke masing-masing laman sosial media mereka.



    Selain Reply 1988, chinggu-deul juga bisa menyaksikan Reply 1994 dan 1997 yang masing-masing ceritanya juga asyik dan memiliki keseruannya tersendiri dan wajib ditonton kalau lagi senggang. Nantikan review-an drakor lainnya ya, dan doakan semoga gak mager nulisnya ehehe..
    Continue Reading

    Jemari yang sedari 6 jam lalu masih ngetik cepet di keyboard ini tiba-tiba kehilangan arahnya. Berjam-jam dalam kondisi dan posisi yang sama bikin diri ini perlahan mulai bosen. Ngantuk sih enggak, cuma bosen. Pengen diudahin tapi UTS salah satu matkul belum juga kelar padahal due date nya jam 7 pagi besok.

    images-kly.akamaized.net


    Ditemenin temaram lampu kamar dan suara riuh rendahnya TV ruang tamu yang emang sengaja gak dimatiin sangat membantu gw supaya bisa tetep fokus tanpa terlalu hening. Tapi tetep aja, bosen gak bisa dielakkan. Tapi sambil sesekali penyegaran mata liat ke arah TV yang lagi muterin film Korea yang genrenya bukan gw banget. Bosen makin bosen gw lupa kalo semudah itu padahal buka youtube dan setel lagu.

    Lagu diputer. Yak, seperti biasa gw bakal muterin lagu yang sreg dan pengen aja gw denger. Gak sengaja ada playlist otomatis cover lagunya kak Tiffani Afifa dan akhirnya mutusin untuk dengerin lagu-lagunya.

    Cover pertama yang keputer kebetulan lagu yang lagi gw suka yaitu Still. Tiba saatnya dilagu kedua, If It Is You. Lagu yang gw suka sebelum gw denger cover nya kak Tiffani ini udah pernah gw denger di salah satu drama yang - ya - bisa dibilang gw suka, meskipun gak akan mau gw nonton itu lagi karena dramanya bikin napas gw sering berhenti beberapa detik.. nyesek.

    Terulang lagi, melalui lagu If It Is You gw tiba-tiba nyesek tanpa alasan yang jelas haha. Bukan inget dramanya, bukan.. Flashback aja sama hal yang gak penting gitu.. Haha

    Kayak "Oh yaudah, mungkin karena lagunya aja yang lagi mellow dan udah mangantuak denai pengen lalok tapi pikirannya malah ngawur kemana-mana"

    Dan ZEP.. Okey, bukannya ngerjain tugas UTS sampe selesai dulu, malah curcol di blogspot :) Bye, rampungin tugas UTS nya dulu yang tinggal 2 nomer terakhir ini trus tidur. Gak papa, begadang.. Tujuannya jelas, demi UTS dan besok kan juga libur nasyoneul.. YEAY!! akhirnya tulang lunak dan otot lurikku kembali relaks.

    Oke sekian.. Makasih

    Continue Reading
    Foto : Pinterest


    Keliru rasanya apabila diri berambisi menempatkan posisi sesuai dengan standar-standar yang diciptakan manusia lain. Terlebih standar itu diciptakan hanya berlatar ego fana semata.

    Lucu. Lucu rasanya memposisikan diri untuk menempuh standar kehidupan yang dibuat oleh manusia. Membagi standar-standar kehidupan yang mana Tuhan telah menggariskan dengan garisnya yang tak mampu ditelaah oleh akal makhluk-Nya.

    Semua manusia memiliki jalan yang berbeda. Tidak sama. Pun halnya dengan anak yang terlahir kembar. Identik pula. Rezeki yang Allah gariskan kepada mereka berbeda sekalipun orangtuanya memberikan perlakuan dan fasilitas kehidupan yang setara.

    "Bukankah kita bisa mengubah keadaan kalau kita sendiri mau mengubahnya?" 

    Bisa. Sangat bisa. Mengubah keadaan dari buruk menjadi baik, dari miskin menjadi kaya, dari jahiliyah menjadi beradab. Tentu bisa. Tapi dibaliknya terdapat kekuasaan Sang Pencipta.

    Kembali pada standarisasi yang diciptakan makhluk-Nya. Rezeki yang diterima bermacam-macam dengan caraNya.

    Ada yang lebih dulu, ada menunggu di belakang.

    Ada yang cepat, ada yang lamban.

    Ada yang berupa uang, ada yang berupa kesehatan.

    Ada yang terlebih dulu diberi kepahitan, lalu kemudahan, dan sebaliknya.

    Tak sama bukan?

    Terkadang manusia selalu mengkategori dan mengkotak-kotak garis hidup seseorang. Kamu malas, mustahil bila berhasil. Kamu rajin, pasti begini. Kamu cantik, pasti begitu, kamu kurang cantik blablabla dan lain sebagainya.

    Apakah engkau Tuhan? Apakah kehidupan diatur berdasarkan pemikiran? Apakah tak merasa bersalah menjadi hakim atas kehidupan seseorang?

    Tidak, semua kehidupan dan masa depan tak hanya usaha manusia atau pemikiran manusia lainnya. Jalan hidup sudah diatur Tuhan. Rasanya terlalu sombong untuk mendahului takdir-Nya dengan tameng kesotoyan. Setiap manusia sudah dituliskan takdirnya. Jadi, tak perlu lah tangan, mulut dan hati selalu ikut campur dalam hal mengurusi kehidupan seseorang. 

    Seperti halnya kehidupan seusai sekolah. Terserah Tuhan yang menghendaki bilamana salah seorang dari hamba-Nya :

    Ada yang lulus lalu bekerja.

    Ada yang susah cari kerja. 

    Ada yang diberi kelebihan untuk kuliah.

    Ada yang gagal lalu bangkit mengejar dunia perkuliahan.

    Ada yang lebih dahulu berkuliah lalu berhenti ditengah jalan, pun sebaliknya. 

    Ada yang langsung menikah. 

    Ada yang berproses lebih lama sebelum akhirnya menikah. 

    Ada yang lekas diberi momongan. 

    Ada yang harus berlatih sabar untuk menunggu waktu mempersiapkan diri menjadi orangtua baru. 

    Ada yang kemudian bahagia.

    Ada yang belum tentu bahagia.

    Ada yang sukses menggapai cita.

    Ada yang langsung bertemu kejayaan. 

    Ada yang ternyata dipertemukan dengan kematian

    . 

    .. 

    Tidakkah terpikirkan, apa yang sudah kita siapkan untuk bertemu dengan Sang Khalik? Masihkah memperhitungkan standar kehidupan yang fana dengan mengesampingkan bekal untuk kehidupan setelah menemui kematian?

    Continue Reading
    SUKA NGEMIL DALAM PORSI YANG MINI, IMUT & CUTE?





    Kali ini aku mau bikin jajanan eh cemilan eh tapi jajanan deng, yang kekinian tapi dalam porsi yang mini. Yang mana hasilnya enak, sehat dan mudah dibuat. Kali ini aku mau share resep membuat mini corndog dengan keju mozarella yang mantul abissss.. Kalian tau kan apa itu corndog? Corndog adalah jajanan ala Korea yang menggunakan sosis, kentang, ataupun keju sebagai bahan utamanya. Corndog ini biasa dijual di jalanan Korea dan ramai diserbu pembeli. Di Indonesia sendiri corndog bukan lagi hal baru, karena saat ini banyak banget yang jual di pinggir jalan. Ukuran corndog yang dijualpun bervariasi ada yang sedang dan besar dengan harga yang berbeda pula.

    Nah untuk menghemat budget saat lagi kepengen jajan corndog apalagi lagi di pertengahan atau penghujung bulan a.k.a masa krisis bulanan, berikut ini aku share resep molasos (mozzarella sosis) corndog mini yang bisa kamu buat di rumah yang pastinya higienis, murah dan bisa kamu stock kalau sewaktu-waktu pengen ngemil lagi.

    Bahan-bahan yang diperlukan
    Bahan yang diperlukan antara lain :
    • 5 buah sosis potong jadi 2 (bisa pakai sosis yang ukuran kecil atau sedang)
    • 10 potong keju mozzarella
    • 1 butir telur
    • Tepung terigu secukupnya (untuk membalut)
    • Tepung roti atau tepung panir
    • Garam secukupnya
    • Penyedap rasa secukupnya
    • Baking powder secukupnya
    • Saos dan mayones sebagai pelengkap

    Cara memasak Mini Corndog :

    1. Campurkan tepung terigu secukupnya dengan sebutir telur, air kemudian aduk hingga tercampur rata. Lalu masukkan baking powder, aduk kembali hingga rata.

    2. Masukkan adonan tepung ke dalam frizzer, tunggu hingga 15 menit.

    3. Potong sosis menjadi 2 bagian. Potong pula keju mozzarella berbentuk dadu. Kemudian rekatkan dengan antara keju mozzarella dengan sosis. (Cukup ditekan sedikit agar menyatu dan membentuk huruf T dengan posisi mozarella di atas dan sosis pada bagian bawah).

    Rekatkan seperti ini ya..


    4. Baluri rekatan mozzarella-sosis dalam tepung kering. Simpan dalam freezer hingga 5 menit.

    5. Siapkan minyak panas untuk menggoreng.

    6. Keluarkan mozzarella-sosis dan adonan tepung dari dalam freezer.

    7. Celupkan sosis dan keju ke dalam adonan tepung. Sambil diputar dan dibalut agar semua sisi mozzarella-sosis tertutupi. Kemudian angkat dan gulingkan ke adonan tepung panir.


    8. Goreng hingga matang atau warna menjadi keemasan.

    9. Angkat mini corndog dan sajikan. Mini corndog siap disantap dengan saus dan juga mayones.


    Gampang kan cara membuatnya? Hihi meskipun agak menyita waktu tapi hasilnya super enak dan cepet habis. Oleh karena itu, untuk kalian yang suka stock cemilan, bisa simpan di freezer dulu, kalau mau ngemil tinggal digoreng deh. 

    Sekian dulu resepnya dan sampai jumpa di postingan berikutnya ya chinggu-deul.. ^_^

    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Pratinjau
    DIKA NOVIA NINGRUM

    . Social Media Administrator. Content Writer. Airen & Boice Jakarta.

    Blogger Perempuan
    Warung Blogger
    Blogger Reporter Indonesia
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Follow Us

    • youtube
    • instagram
    • facebook
    • twitter
    • linkedln
    • soundcloud

    You Can Search Here !

    Blog Archive

    • ▼  2022 (1)
      • ▼  Maret 2022 (1)
        • Santuy, Gak Semua Omongan Perlu Didengerin!
    • ►  2021 (8)
      • ►  Desember 2021 (6)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  2020 (7)
      • ►  Agustus 2020 (1)
      • ►  Juli 2020 (2)
      • ►  April 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (2)
    • ►  2019 (9)
      • ►  Oktober 2019 (1)
      • ►  September 2019 (1)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (3)
      • ►  Mei 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (1)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  Agustus 2018 (1)
    • ►  2017 (15)
      • ►  September 2017 (3)
      • ►  Agustus 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (8)
      • ►  Juni 2017 (1)
      • ►  April 2017 (2)

    Labels

    • Dika Novia Ningrum (29)
    • Dike of Dika (13)
    • Inspirasi (8)
    • Motivasi (9)
    • Postingan (11)

    LATEST POSTS

    Blog Templates Created with by BeautyTemplates - Free Fonts

    Back to top