Pages

  • HOME
  • ABOUT ME
  • DAILY LIFE
  • THOUGHTS
  • POETRIES
  • FAV RECIPES
  • KOREA
facebook instagram twitter youtube

DIKE OF DIKA

By. DIKA NOVIA NINGRUM

    • FIND
    • YOUR
    • WAY
    • GET
    • YOUR
    • DREAM

    Nice is doing an act of kindness; fake is telling someone about it after.
    Nice is genuine; fake is insincere.
    Nice is warmly answering the door; fake is kissing both cheeks.
    Nice is checking in on a friend; fake is sending a check.
    Nice is being a good person; fake is trying to be a friend.
    Nice is being there when you have a call; fake is chewing your ear off.
    Nice is just being there; fake is always wanting to be there.
    Nice is being there with your wallet; fake it trying to get in it.
    Nice is holding a door; fake is slamming it halfway there.
    Nice is being kind; fake is being some kind of way.
    Nice is listening to your stories; fake is always telling stories.
    Nice is being accountable; fake is being relatable.
    Nice is being real; fake is being on the “Real World.”
    Nice is always around; fake is only there when it's convenient.
    Nice is being good to you; fake is only giving it to you good.
    Nice is hello; fake is always goodbye.

    Continue Reading



    DISCLAIMER :
    Postingan ini bukan untuk menyinggung siapapun, perasaan tersinggung diluar tanggung jawab saya sebagai penulis postingan. Terimakasih 😊😊
    __________________________________________

    Ehehe.. pertama kali gw tau BPJS itu dari suatu artikel yang tiba-tiba lewat di wall Facebook. Gw kira artikel itu lagi nyinggung program BPJS yang dibuat oleh pemerintah, eh taunya ada lanjutan kalimatnya .. "Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita" 😁😁 ngakak banget bacanya.. wkwk

    Gw buka artikelnya dan gw baca isinya. Sumpah sist n' bro.. gw ngakak dan agak berasa ngangguk. Isi artikelnya sebenernya agak menyinggung juga, but I felt that article isn't wrong, it's about social fact.

    Gaya hidup yang hedon. Gak peduli siapa dia, semua orang berlomba untuk disebut "mampu". Bukan cuma mampu bergaul, tapi juga mampu dari segi finansial. Orang kaya emang udah kaya, sementara orang miskin pengen kaya. Mungkin itu salah satu penyebab orang menengah kebawah pengen punya gaya hidup yang metropol supaya punya "pengakuan" di mata orang-orang sekitarnya.

    Sosialita itu gak melulu soal per-finansial-an. Karena semua orang saat ini gak mandang siapa dia tapi pengen banget disebut kawanan orang-orang kaya padahal maaf, uang dan gaji masih pas-pasan. Makanya sekarang banyak ditemuin gak usah jauh-jauh, temen atau bahkan orang terdekat kita yang punya jiwa sosialita palsu kek begini. Punya duit sedikit, belanja. Ketika duit semakin menipis karena gak pengen tahta sosialitanya lepas akhirnya maksain ikut hangout sama temennya.

    Sifat "maksain" itulah kadang yang ngebuat gw sering berpikir tentang sebegitu pentingnya kah pengakuan di mata sekitar. Pengen dibilang gaul, pengen dikira duitnya banyak, pengen dikira pergaulannya luas, pengen dikira orang kaya sampe maksain untuk mengadakan suatu hal yang sebenernya kurang begitu penting.

    Ayah : Ka, kalo kamu udah enak, udah punya duit sendiri jangan sampe lupa siapa kamu yang sekarang.

    Gw : Maksudnya gimana, Yah?

    Ayah : Inget kalo kamu bukan berasal dari keluarga kaya meskipun kamu udah sukses. Lupain hal yang bisa buat kamu sombong.

    Gw : Yaelah, apa yang mau disombongin?

    Ayah : Temen kamu sekarang banyak, kedepannya kalo udah kuliah atau kerja relasi kamu pasti tambah banyak lagi. Otomatis pergaulan semakin luas. Pergaulan kamu membawa sesuatu yang namanya gaya hidup. Di situlah biasanya manusia punya titik sombong.

    Gw : Ah.. Brojol, berak, makan, hidup di Cakung apa yang bisa disombongin. Sekalinya kalo emang kaya, tapi sombong malah malu-maluin diri sendiri. Anak presiden aja gak sombong 😁😁

    Ayah : Biasanya orang sekarang sama besok gak mungkin sama. Kalo udah kenal duit ditambah banyak temen pasti mau gak mau ngikutin temen. Ka, inget ya.. kalo gak bisa bawa diri, kamu bakalan kelindes sama gaya hidup. Apalagi berpenampilan sok ada padahal kere. Jangan sampe.. *sambil geleng-geleng kepala

    JLEB. Gw ngerasa omongan ayah gw bener banget. Doi bukan mario teguh, tapi nasehatnya emang kongkrit banget sama kehidupan manusia sekarang. Banyak orang yang rela ngabisin uang demi gaya hidup meskipun incomenya sedikit. Bahkan ada yang sampe rela berhutang supaya punya barang trendi dan dibilang "ada". It's a fake, isn't it?

    Money isn't everything but in the fact we need money for everything. And don't be follow what we couldn't follow. Just do what our best dan.. jangan memaksakan sesuatu yang memang tidak mesti kita ikutin supaya terlihat bahwa kita adalah orang berada - padahal tidak. Sakit tau dibohongi apalagi membohongi diri sendiri. ups.. hehe 🙃🙃
    Continue Reading

    Sebegitunya kah dunia
    Bumi Tuhan yang damai katanya
    Alam tertata rapih oleh semesta
    Berudara terbuka tiada tara

    Damai bumi tak seperti "katanya"
    Pertempuran sana sini bergemuruh ria
    Mengalunkan nada pilu penuh tanya
    Mengapa bumiku berpecah belah bak neraka?

    Teman-temanku kelaparan diluar
    Jangankan makan, tempat berlindungnya pun dibakar
    Rohingya dibunuh dan digusar
    ISIS bergolak menantang getar

    Beginikah yang dianggap damai
    Teman-temanku disiksa dan terabai
    Padahal HAM sudah kokoh berurai
    Tapi mengapa hukum hanya melambai?

    Tiada yang bisa kami lakukan
    Tiada yang bisa kami perlindungkan
    Hanya sepatah doa yang mampu terpanjatkan
    Semoga kalian wahai teman dapat hidup dengan penuh kekuatan
    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories

    About me

    Pratinjau
    DIKA NOVIA NINGRUM

    . Social Media Administrator. Content Writer. Airen & Boice Jakarta.

    Blogger Perempuan
    Warung Blogger
    Blogger Reporter Indonesia
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Follow Us

    • youtube
    • instagram
    • facebook
    • twitter
    • linkedln
    • soundcloud

    You Can Search Here !

    Blog Archive

    • ►  2022 (1)
      • ►  Maret 2022 (1)
    • ►  2021 (8)
      • ►  Desember 2021 (6)
      • ►  Oktober 2021 (1)
      • ►  Mei 2021 (1)
    • ►  2020 (7)
      • ►  Agustus 2020 (1)
      • ►  Juli 2020 (2)
      • ►  April 2020 (1)
      • ►  Februari 2020 (1)
      • ►  Januari 2020 (2)
    • ►  2019 (9)
      • ►  Oktober 2019 (1)
      • ►  September 2019 (1)
      • ►  Agustus 2019 (3)
      • ►  Juli 2019 (3)
      • ►  Mei 2019 (1)
    • ►  2018 (4)
      • ►  Desember 2018 (1)
      • ►  Oktober 2018 (1)
      • ►  September 2018 (1)
      • ►  Agustus 2018 (1)
    • ▼  2017 (15)
      • ▼  September 2017 (3)
        • The Actual Differences Between Being Nice And Bein...
        • Jangan Jadi Peserta BPJS
        • Dunia dan Konflik
      • ►  Agustus 2017 (1)
      • ►  Juli 2017 (8)
      • ►  Juni 2017 (1)
      • ►  April 2017 (2)

    Labels

    • Dika Novia Ningrum (29)
    • Dike of Dika (13)
    • Inspirasi (8)
    • Motivasi (9)
    • Postingan (11)

    LATEST POSTS

    Blog Templates Created with by BeautyTemplates - Free Fonts

    Back to top